Pages

Subscribe:
  • Rasmus Lerdorf

    I really don't like programming. I built this tool to program less so that I could just reuse code.

    PHP is about as exciting as your toothbrush. You use it every day, it does the job, it is a simple tool, so what? Who would want to read about toothbrushes?

    There are people who actually like programming. I don't understand why they like programming.

  • Steve Jobs

    Computers themselves, and software yet to be developed, will revolutionize the way we learn.

    Design is a funny word. Some people think design means how it looks. But of course, if you dig deeper, it's really how it works.

    Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.

  • Bill Gates

    Every day were saying, 'How can we keep this customer happy?' How can we get ahead in innovation by doing this, because if we don't, somebody else will..

    The success of my company is only two years away from failure.

    It's fine to celebrate success but it is more important to heed the lessons of failure.

Sunday, April 7, 2013

Ethernet Switched



1. Tujuan Praktikum

·      Mahasiswa dapat menentukan IP subnet pada masing-masing device
·      Mahasiswa dapat memperbaiki masalah pada Ethernet sebuah jaringan
·      Mahasiswa dapat mengecek kebeneran dari konfigurasi jaringan yang dilakukan

2. Pendahuluan
Ethernet adalah perangkat fisik teknologi dan data link layer untuk jaringan area lokal (LAN).Ethernet diciptakan oleh insinyur Robert Metcalfe. Pertama kali banyak digunakan pada tahun 1980, Ethernet mendukung kecepatan data teoritis maksimal 10 megabits per detik (Mbps). Kemudian, apa yang disebut “Fast Ethernet” standar laju data meningkat maksimum sampai 100 Mbps. Saat ini, teknologi Gigabit Ethernet lebih meluas dan kinerja puncaknya sampai dengan 1000 Mbps.

Protokol jaringan tingkat tinggi seperti Internet Protocol (IP) menggunakan Ethernet sebagai media transmisi mereka. Data dikirimkan melalui protokol Ethernet di dalam unit yang disebut frame. Panjang kabel Ethernet terbatas pada sekitar 100 meter, namun jaringan Ethernet dapat dengan mudah diperluas untuk menghubungkan seluruh sekolah-sekolah atau bangunan kantor menggunakan jaringan bridge devices.

Kartu Ethernet merupakan salah satu jenis adapter jaringan. Adapter ini mendukung standar Ethernet untuk koneksi jaringan berkecepatan tinggi melalui kabel. Kartu Ethernet kadang-kadang dikenal sebagai kartu antarmuka jaringan (NIC).

Kartu Ethernet dapat beroperasi pada kecepatan jaringan yang berbeda, tergantung pada protokol standar yang mereka dukung. Kartu Ethernet model lama mampu hanya kecepatan maksimum 10 Mbps yang ditawarkan oleh Ethernet awalnya. Adapter Ethernet modern mendukung semua standar 100 Mbps Fast Ethernet dan sekarang menawarkan dukungan Gigabit Ethernet pada 1 Gbps(1000 Mbps).

Sebuah kartu Ethernet tidak secara langsung mendukung jaringan Wi-Fi nirkabel, tapi router rumah network broadband diperlukan untuk memungkinkan perangkat ethernet dihubungkan melalui kabel dan berkomunikasi dengan perangkat Wi-Fi melalui router.


3. Langkah Praktikum

Dalam praktik kali ini menggunakan software aplokasi Cisco Packet Tracer 5.3.3, dan telah disediakan hubungan jaringan pada beberapa device, yang sebagian telah ditentukan IP addressnya.

Gambar 3.1 hubungan jaringan yang disediakan


Dengan topologi diagram yang telah di dapat adalah seperti berikut :

Tabel 3.1 topologi diagram
Device
Interface
IP address
Subnet Mask
Default Gateway

R1-ISP
Fa0/0
192.168.111.134
255.255.255.248

N/A
S0/0/0
192.168.111.138
255.255.255.252
R2-Central
Fa0/0
192.168.111.126
255.255.255.128

192.168.111.138
S0/0/0
192.168.111.137
255.255.255.252
PC 1A
NIC
192.168.111.1
255.255.255.128

PC 1B
NIC
192.168.111.2
255.255.255.128

Eagle
Server

NIC

192.168.111.133

255.255.255.248

192.168.111.134


Langkah Pertama

Pada langkah ini, tentukan Next hoop router pada R2-Central dengan menggunakan IP address pada R1-ISP, yaitu 192.168.111.138.

Klik R2-Central – menu tab Config – Routing Static – lalu klik tombol Add.

Gambar 3.2 next hoop router

Lalu simpan konfigurasi dari routing static yang sebelumnya dilakukan diatas.
Klik R2-Central – menu tab Config – Global Setting – lalu klik tombol Save pada NVRAM.

Gambar 3.3 penyimpanan static rout

Langkah Kedua

Pada langkah ini, mulai menentukan IP addres dan subnet mask dari R2-Central. Pada rancangan jaringan ini telah disediakan block IP 192.168.111.0/24.

>    Menentukan IP address R2-Central

 Untuk mencari IP Address dari R2-Central kita mencari IP tertinggi dari block IP tersebut.

Untuk R2-Central dapat memuat sebanyak 100 host, sehingga dengan block IP yang telah disediakan, dapat ditentukan, dengan menggunakan rumus :

2^x - 2 = IP Router

dimana, x merupakan pangkat dari 2 yang mendekati jumlah host dan pengurangan 2 merupakan penetapan untuk IP broadcast dan IP network.

Sehingga didapat :

2^7 - 2 = 128 - 2 = 126

Dan IP address dari R2-Central adalah 192.168.111.126

·      Menentukan Subnet mask R2-Central
Untuk mencari subnet mask, lihat jumlah x yang telah didapat pada pengkonfigurasian IP address sebelumnya, yaitu menggunakan pangkat 7, sehingga 7 mewakili nilai octet 0 terakhir untuk bit pada subnet mask, sehingga didapat :

11111111.11111111.11111111.10000000  = 255.255.255.128

>        Masukkan nilai IP address dan subnet mask yang sudah didapat.
Gambar 3.4 konfigurasi IP R2-Central

Langkah Ketiga

Menentukan IP address untuk PC 1A dan PC 1B, dari nilai IP address dari R2-Central yang sebelumnya telah didapat, sehingga dapat ditentukan jika nilai dari kedua PC ini menggunakan angka terendah dari 126, yaitu PC 1A menggunakan IP yang pertama, yaitu 192.168.111.1 dan PC 1B menggunakan IP yang kedua, yaitu 192.168.111.2.

Aturlah IP pada kedua host PC diatas, seperti berikut :

     Konfigurasi PC 1A. klik PC 1A – menu tab Desktop – IP Configuration.
Gambar 3.5 konfigurasi IP PC 1A

>        Konfigurasi PC 1B. klik PC 1B – menu tab Desktop – IP Configuration.
Gambar 3.6 konfigurasi IP PC 1B

        Langkah Keempat
        PC 1B memiliki kartu wireless pada CPU, tetapi tidak dapat terkoneksi ke switch. Sehingga untuk    kasus ini perlu ditambahkan kartu Fast Ethernet interface PT-HOST-NM-1CFE untuk PC 1B.
       Klik PC 1B – physical – klik dan tahan PT-HOST-NM-1CFE pada Modules – taruh ke lubang kartu wireless device. Seperti gambar berikut :
Gambar 3.7 pemasangan kartu PT-HOST-NM-1CFE

         Kemudian ON kan tombol CPU pada PC 1A. Seperti gambar berikut :
Gambar 3.8 ON CPU

        Langkah Kelima
        Hubungkan PC 1A ke switch menggunakan kabel straight dengan  Fa0/1. Kemudian hubungkan PC 1B  ke switch juga menggunakan kabel straight dengan Fa 0/2. Setelah itu, hubungkan lagi R2-Central ke switch dengan menggunakan kabel straight dengan Fa0/24. Seperti gambar berikut :
Gambar 3.9 penghubungan kabel pada jaringan
Setelah menghubungkan beberapa device dengan kabel, ubahlah semua status Port hanta pada kartu    FastEthernet yang digunakan.
>     FastEthernet yang digunakan pada Switch :

Gambar 3.10 ON status port Fa0/1 pada switch

Gambar 3.11 ON status port Fa0/2 pada switch

Gambar 3.12 ON status port Fa0/24 pada switch


>     FastEthernet yang digunakan pada PC 1A :

Gambar 3.13 ON status port FastEthernet  pada PC 1A


>     FastEthernet yang digunakan pada PC 1B :

Gambar 3.14 ON status port FastEthernet  pada PC 1B


>     FastEthernet (Fa0/0) yang digunakan pada  R2-Central :

Gambar 3.15 ON status port Fa0/0  pada R2-Central


4.  Hasil Praktikum
       
      Untuk mengecek jaringan pada hasil praktikum kali ini, dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
  • Melakukan Ping ke Eagle_server melalui cmd

Gambar 4.1 ping PC 1A ke Eagle_server

Gambar 4.2  ping PC 1B ke Eagle_server

  • Mengirim Packet ke Eagle_server
 
Gambar 4.3 mengirim packet dari PC 1A ke Eagle_server

Gambar 4.4 mengirim packet dari PC 1B ke Eagle_server
 
  • Melihat chech result pada modulasi praktik
 
Gambar 4.5 check result pada modul packet

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oleh :
Nama                        : Deviana Astika Sari 
Jurusan                     : Teknologi Informasi
Kelas                         : 2A
Perguruan Tinggi      : Politeknik Negeri Samarinda
Dosen Pembimbing  : Bapak Andrijasa

0 comments:

Post a Comment