1. Tujuan Praktikum
· Mahasiswa
dapat menentukan IP subnet pada masing-masing device
· Mahasiswa
dapat memperbaiki masalah pada Ethernet sebuah jaringan
· Mahasiswa
dapat mengecek kebeneran dari konfigurasi jaringan yang dilakukan
2. Pendahuluan
Ethernet adalah perangkat fisik
teknologi dan data link layer untuk jaringan area lokal (LAN).Ethernet
diciptakan oleh insinyur Robert Metcalfe. Pertama kali banyak digunakan pada
tahun 1980, Ethernet mendukung kecepatan data teoritis maksimal 10 megabits per
detik (Mbps). Kemudian, apa yang disebut “Fast Ethernet” standar laju data
meningkat maksimum sampai 100 Mbps. Saat ini, teknologi Gigabit Ethernet lebih meluas
dan kinerja puncaknya sampai dengan 1000 Mbps.
Protokol
jaringan tingkat tinggi seperti Internet Protocol (IP) menggunakan Ethernet sebagai media
transmisi mereka. Data dikirimkan melalui protokol Ethernet di dalam
unit yang disebut frame. Panjang kabel Ethernet terbatas pada sekitar 100
meter, namun jaringan Ethernet dapat dengan mudah diperluas untuk menghubungkan
seluruh sekolah-sekolah atau bangunan kantor menggunakan jaringan bridge
devices.
Kartu
Ethernet merupakan
salah satu jenis adapter jaringan. Adapter ini mendukung standar Ethernet untuk
koneksi jaringan berkecepatan tinggi melalui kabel. Kartu Ethernet
kadang-kadang dikenal sebagai kartu antarmuka jaringan (NIC).
Kartu
Ethernet dapat beroperasi pada kecepatan jaringan yang berbeda, tergantung pada
protokol standar yang mereka dukung. Kartu Ethernet model lama mampu hanya
kecepatan maksimum 10 Mbps yang ditawarkan oleh Ethernet awalnya. Adapter
Ethernet modern mendukung semua standar 100 Mbps Fast Ethernet dan
sekarang menawarkan dukungan Gigabit Ethernet pada 1 Gbps(1000 Mbps).
Sebuah
kartu Ethernet tidak secara langsung mendukung jaringan Wi-Fi nirkabel, tapi
router rumah network broadband diperlukan untuk memungkinkan perangkat ethernet
dihubungkan melalui kabel dan berkomunikasi dengan perangkat Wi-Fi melalui
router.
3. Langkah Praktikum
Dalam praktik kali ini menggunakan software aplokasi Cisco Packet Tracer 5.3.3, dan telah disediakan
hubungan jaringan pada beberapa device, yang sebagian telah ditentukan IP
addressnya.
 |
| Gambar 3.1 hubungan jaringan yang disediakan |
Dengan topologi diagram yang telah
di dapat adalah seperti berikut :
Tabel 3.1 topologi diagram
|
Device
|
Interface
|
IP address
|
Subnet Mask
|
Default
Gateway
|
|
R1-ISP
|
Fa0/0
|
192.168.111.134
|
255.255.255.248
|
N/A
|
|
S0/0/0
|
192.168.111.138
|
255.255.255.252
|
|
R2-Central
|
Fa0/0
|
192.168.111.126
|
255.255.255.128
|
192.168.111.138
|
|
S0/0/0
|
192.168.111.137
|
255.255.255.252
|
|
PC 1A
|
NIC
|
192.168.111.1
|
255.255.255.128
|
|
|
PC 1B
|
NIC
|
192.168.111.2
|
255.255.255.128
|
|
|
Eagle
Server
|
NIC
|
192.168.111.133
|
255.255.255.248
|
192.168.111.134
|
Langkah
Pertama
Pada langkah ini, tentukan Next
hoop router pada R2-Central dengan menggunakan IP address pada R1-ISP, yaitu
192.168.111.138.
Klik R2-Central – menu tab Config –
Routing Static – lalu klik tombol
Add.
 |
| Gambar 3.2 next hoop router |
Lalu simpan konfigurasi dari
routing static yang sebelumnya dilakukan diatas.
Klik R2-Central – menu tab Config –
Global Setting – lalu klik tombol Save
pada NVRAM.
 |
| Gambar 3.3 penyimpanan static rout |
Langkah
Kedua
Pada langkah ini, mulai menentukan
IP addres dan subnet mask dari R2-Central. Pada rancangan jaringan ini telah
disediakan block IP 192.168.111.0/24.
> Menentukan
IP address R2-Central
Untuk mencari IP Address dari R2-Central kita
mencari IP tertinggi dari block IP tersebut.
Untuk R2-Central dapat memuat
sebanyak 100 host, sehingga dengan block IP yang telah disediakan, dapat
ditentukan, dengan menggunakan rumus :
2^x - 2 = IP Router
dimana,
x merupakan pangkat dari 2 yang mendekati jumlah host dan pengurangan 2
merupakan penetapan untuk IP broadcast dan IP network.
Sehingga didapat :
2^7 - 2 = 128 - 2 = 126
Dan IP address dari R2-Central
adalah 192.168.111.126
· Menentukan
Subnet mask R2-Central
Untuk
mencari subnet mask, lihat jumlah x yang telah didapat pada pengkonfigurasian
IP address sebelumnya, yaitu menggunakan pangkat 7, sehingga 7 mewakili nilai octet
0 terakhir untuk bit pada subnet mask, sehingga didapat :
11111111.11111111.11111111.10000000
= 255.255.255.128
>
Masukkan nilai IP address dan subnet
mask yang sudah didapat.
 |
| Gambar 3.4 konfigurasi IP R2-Central |
Langkah
Ketiga
Menentukan IP address untuk PC 1A
dan PC 1B, dari nilai IP address dari R2-Central yang sebelumnya telah didapat,
sehingga dapat ditentukan jika nilai dari kedua PC ini menggunakan angka
terendah dari 126, yaitu PC 1A menggunakan IP yang pertama, yaitu 192.168.111.1 dan PC 1B menggunakan IP
yang kedua, yaitu 192.168.111.2.
Aturlah IP pada kedua host PC
diatas, seperti berikut :
>
Konfigurasi PC 1A. klik PC 1A – menu tab
Desktop – IP Configuration.
 |
| Gambar 3.5 konfigurasi IP PC 1A |
>
Konfigurasi PC 1B. klik PC 1B – menu tab
Desktop – IP Configuration.
 |
| Gambar 3.6 konfigurasi IP PC 1B |
Langkah
Keempat
PC 1B memiliki kartu wireless pada CPU, tetapi tidak
dapat terkoneksi ke switch. Sehingga untuk kasus ini perlu ditambahkan kartu Fast
Ethernet interface PT-HOST-NM-1CFE untuk PC 1B.
Klik
PC 1B – physical – klik dan tahan PT-HOST-NM-1CFE pada Modules – taruh ke
lubang kartu wireless device. Seperti gambar berikut :
 |
| Gambar 3.7 pemasangan kartu PT-HOST-NM-1CFE |
Kemudian
ON kan tombol CPU pada PC 1A. Seperti gambar berikut :
 |
| Gambar 3.8 ON CPU |
Langkah Kelima
Hubungkan PC 1A ke switch menggunakan kabel straight
dengan Fa0/1. Kemudian hubungkan PC 1B ke switch juga menggunakan kabel straight dengan
Fa 0/2. Setelah itu, hubungkan lagi R2-Central ke switch dengan menggunakan
kabel straight dengan Fa0/24. Seperti gambar berikut :
 |
| Gambar 3.9 penghubungan kabel pada jaringan |
Setelah menghubungkan beberapa device dengan kabel,
ubahlah semua status Port hanta pada kartu FastEthernet yang digunakan.
>
FastEthernet yang digunakan pada Switch :
 |
| Gambar 3.10 ON status port Fa0/1 pada switch |
 |
| Gambar 3.11 ON status port Fa0/2 pada switch |
 |
| Gambar 3.12 ON status port Fa0/24 pada switch |
>
FastEthernet yang digunakan pada PC 1A :
 |
| Gambar 3.13 ON status port FastEthernet pada PC 1A |
>
FastEthernet yang digunakan pada PC 1B :
 |
| Gambar 3.14 ON status port FastEthernet pada PC 1B |
>
FastEthernet (Fa0/0) yang digunakan pada R2-Central :
 |
| Gambar 3.15 ON status port Fa0/0 pada R2-Central |
4. Hasil Praktikum
Untuk mengecek jaringan pada hasil
praktikum kali ini, dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
- Melakukan
Ping ke Eagle_server melalui cmd
 |
| Gambar 4.1 ping PC 1A ke Eagle_server |
 |
| Gambar 4.2 ping PC 1B ke Eagle_server |
- Mengirim
Packet ke Eagle_server
 |
Gambar 4.3 mengirim packet dari PC 1A ke Eagle_server
|
 |
| Gambar 4.4 mengirim packet dari PC 1B ke Eagle_server |
- Melihat
chech result pada modulasi praktik
 |
Gambar 4.5 check result pada modul packet
|
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oleh :
Nama : Deviana Astika Sari
Jurusan : Teknologi Informasi
Kelas : 2A
Perguruan Tinggi : Politeknik Negeri Samarinda
Dosen Pembimbing : Bapak Andrijasa
0 comments:
Post a Comment