Pages

Subscribe:
  • Rasmus Lerdorf

    I really don't like programming. I built this tool to program less so that I could just reuse code.

    PHP is about as exciting as your toothbrush. You use it every day, it does the job, it is a simple tool, so what? Who would want to read about toothbrushes?

    There are people who actually like programming. I don't understand why they like programming.

  • Steve Jobs

    Computers themselves, and software yet to be developed, will revolutionize the way we learn.

    Design is a funny word. Some people think design means how it looks. But of course, if you dig deeper, it's really how it works.

    Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works.

  • Bill Gates

    Every day were saying, 'How can we keep this customer happy?' How can we get ahead in innovation by doing this, because if we don't, somebody else will..

    The success of my company is only two years away from failure.

    It's fine to celebrate success but it is more important to heed the lessons of failure.

Saturday, March 23, 2013

6.5.8 Pengalamatan IP pada Jaringan Bertingkat


1.     Tujuan Praktikum
 
    => Mahasiswa dapat menetapkan informasi IP untuk interface router.
         Dengan memilih alamat IP dan mask yang tepat untuk setiap interface.
   
Dengan menentukan informasi yang dipilih ke router.
 
2.     Pendahuluan 
 
Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada
angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID,
menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
 
Subnetting adalah upaya / proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit. Adapun kegunaan dari subnetting adalah :
 
1. Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet.
2. Memperbanyak jumlah network (LAN)
3. Mengurangi jumlah host dalam satu network
4. Untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network.
 
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang telah dijelaskan pada praktik sebelumnya. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
 
Untuk dapat mengetahui cara menentukan subnet mask serta IP address pada tiap jaringan yang bertingkat, langsung saja dilakukan sebuah kasus yang akan dibahas pada langkah praktikum.
 
3.     Langkah Praktikum
 
Pada praktikum kali ini telah disediakan hubungan jaringan yang bertingkat pada sebuah router yang dibagi menjadi 3 buah jaringan melalui switch dengan masing-masing jumlah host yang diperlukan. 
 
Gambar 3.1 hubungan jaringan
Dalam kasus ini harus dilakukan pemberian alamat IP  yang telah disediakan pada tabel berikut:
Tabel 3.1 alamat IP yang disediakan
 
Daftar alamat IP diatas harus ditentukan pada masing-masing INTERFACE pada router agar tiap jaringan dapat terkoneksi melalui 3 switch yang telah disediakan. 
 
LANGKAH PERTAMA
 
Tentukan 3 dari alamat IP diatas yang akan digunakan sebagai alamat pada masing switch yang disediakan melalui INTERFACE router. Dengan cara sebagai berikut :
Jumlah host yang diperlukan pada switch0 adalah 48 host
Jumlah host yang diperlukan pada switch1 adalah 176 host
Jumlah host yang diperlukan pada switch2 adalah 489 host
 
Pembahasan :
Carilah alamat subnet mask melalu jumlah host yang diperlukan untuk mengetahui nilai slash(/) dari alamat IP yang akan digunakan.

  • Mencari alamat IP untuk switch0
        => Switch0 memerlukan 48 Host
   2^x  - 2 = Jumlah Host subnet
 
Dimana x adalah pangkat yang mendekati dan lebih dari host yang diperlukan, nilai x juga mengindikasikan jumlah bit 0 pada alamat subnet mask, sehingga didapat :
 
   2^6 - 2 = 62 Host, jadi alamat subnet masknya :
  11111111.11111111.11111111.11000000 --> 255.255.255.254.
 
Berdasarkan jumlah bit 1 dari subnet mask diatas, dapat diketahui jika nilai slash(/) pada alamat IP yang digunakan untuk switch0 adalah alamat yang terdiri dari 26bit (/26), sehingga dapat ditentukan alamat IP 10.0.4.52/26 merupakan alamat IP pada switch0.
  • Mencari alamat IP untuk switch1
       => Switch1 memerlukan 176 Host
2^x  - 2 = Jumlah Host subnet
 
Dimana x adalah pangkat yang mendekati dan lebih dari host yang diperlukan, nilai x juga mengindikasikan jumlah bit 0 pada alamat subnet mask, sehingga didapat :
 
2^8  – 2 = 254 Host, jadi alamat subnet masknya :
11111111.11111111.11111111.00000000 --> 255.255.255.0.
 
Berdasarkan jumlah bit 1 dari subnet mask diatas, dapat diketahui jika nilai slash(/) pada alamat IP yang digunakan untuk switch1 adalah alamat yang terdiri dari 24bit (/24), sehingga dapat ditentukan alamat IP 10.0.2.251/24 merupakan alamat IP pada switch1.
  • Mencari alamat IP untuk switch2
       => Switch2 memerlukan 489 Host
2^x  - 2 = Jumlah Host subnet
 
Dimana x adalah pangkat yang mendekati dan lebih dari host yang diperlukan, nilai x juga mengindikasikan jumlah bit 0 pada alamat subnet mask, sehingga didapat :
 
2^9  – 2 = 510 Host, jadi alamat subnet masknya :
11111111.11111111.11111110.00000000 --> 255.255.254.0.
 
Berdasarkan jumlah bit 1 dari subnet mask diatas, dapat diketahui jika nilai slash(/) pada alamat IP yang digunakan untuk switch2 adalah alamat yang terdiri dari 23bit (/23), sehingga dapat ditentukan alamat IP 10.0.1.108/23 merupakan alamat IP pada switch2.
 
LANGKAH KEDUA
 
Masukkan alamat IP dan alamat subnet mask yang sudah didapat pada langkah pertama, seperti berikut :
  • Alamat IP untuk Switch0
 Klik router0 – menu tab Config – INTERFACE FastEthernet0/0.
Gambar 3.2 Konfigurasi IP pada FastEthernet0/0

  • Alamat IP untuk Switch1
 Klik router0 – menu tab Config – INTERFACE FastEthernet0/1.
Gambar 3.3 Konfigurasi IP pada FastEthernet0/1

  • Alamat IP untuk Switch2
 Klik router0 – menu tab Config – INTERFACE FastEthernet1/0.
Gambar 3.4 Konfigurasi IP pada FastEthernet1/0

4.   Hasil Praktikum
 
Setelah alamat IP dan alamat subnet mask untuk masing-masing switch telah ditentukan kemudian periksa hasil dari pengkonfigurasian yang telah dilakukan, dengan cara meng-klik tombol button Check Result pada PT Activity, maka akan didapat laporan hasil seperti berikut  :
 
Gambar 4.1 laporan hasil praktikum



-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oleh :
Nama                        : Deviana Astika Sari 
Jurusan                     : Teknologi Informasi
Kelas                         : 2A
Perguruan Tinggi      : Politeknik Negeri Samarinda
Dosen Pembimbing  : Bapak Andrijasa

6.5.7 Pemberian Alamat IP

1.          Tujuan Praktikum
=>  Menetapkan informasi IP untuk host.
  •   Mahasiswa dapat memilih alamat IP adress, mask dan gateway yang telah disediakan dengan tepat.
  •  Mahasiswa dapat mengkonfigurasikan informasi alamat yang dipilih untuk host.
2.          Pendahuluan
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.
IP Adders adalah identitas satu komputer dalam jaring computer / internet, seperti halnya rumah kita memupnyai nomer rumah yang tertempel pada dinding. Penulisan IP Adders terbagi  4 kelompok 8 bit yang dituliskan dalam bilangan biner. Dimana setiap kelompok dalam IP  Adders dipisahkan oleh titik  (red;Dot). Nilai terbesar dari bilangan biner 8 bit adalah 255. Oleh karena itu jumlah IP Adders yang tersedia ialah 255.255.255.255 IP Adders yang sebanyak ini harus dibagi bagikan keseluruh pengguna jaringan komputer / internet di seluruh dunia.
Dengan adanya permasalahan tersebut maka IP Adders dibagi sesuai dengan kelas kelas IP Adders. Dasar pertimbangan Pembagian IP Adders ke dalam kelas kelas adalah untuk mempermudah penditribusian pendaftaran IP Adders kepengguna jaringan komputer / internet.
Dalam IPv4 atau IP versi 4 alamat IP address dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A, B, C, D dan E dapat dilihat pada tabel berikut: 
Tabel 2.1 tabel daftar kelas IP

Classless Inter-Domain Routing (disingkat menjadi CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing yang lebih efisien dibandingkan dengan cara yang asli, yakni dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C. Masalah yang terjadi pada sistem yang lama adalah bahwa sistem tersebut meninggalkan banyak sekali alamat IP yang tidak digunakan. Sebagai contoh, alamat IP kelas A secara teoritis mendukung hingga 16 juta host komputer yang dapat terhubung, sebuah jumlah yang sangat besar. Dalam kenyataannya, para pengguna alamat IP kelas A ini jarang yang memiliki jumlah host sebanyak itu, sehingga menyisakan banyak sekali ruangan kosong di dalam ruang alamat IP yang telah disediakan. CIDR dikembangkan sebagai sebuah cara untuk menggunakan alamat-alamat IP yang tidak terpakai tersebut untuk digunakan di mana saja. Dengan cara yang sama, kelas C yang secara teoritis hanya mendukung 254 alamat tiap jaringan, dapat menggunakan hingga 32766 alamat IP, yang seharusnya hanya tersedia untuk alamat IP kelas B.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui table dibawah ini mengenai tentang subnet mask dan nilai CIDR nya:
Tabel 2.2 Daftar CIDR
3.          Langkah Praktikum
Untuk praktikum kali ini menggunakan software aplikasi Cisco Packet Tracer 5.3.3. Pada praktikum kali ini telah disediakan hubungan jaringan seperti berikut :
Gambar 3.1 hubungan jaringan
 
Agar jaringan diatas dapat saling terhubung dengan baik, maka harus ditentukan alamat IP untuk host. Pada praktikum kali ini telah disediakan beberapa alamat IP yang kemudian akan di konfigurasikan ke dalam alamat host. Adapun alamat IP yang telah disediakan adalah sebagai berikut :
Tabel 3.1 daftar alamat IP yang harus dipilih
 
LANGKAH PERTAMA
Tentukan alamat IP yang tepat pada tabel 1 dan kemudian digunakan sebagai alamat IP address pada host PC0. 
Pada gambar 3.1 dapat dilihat jika alamat IP pada Router0 adalah 10.0.1.254/24 dan alamat IP pada Switch0 10.0.1.253/24. Maka dari itu kita dapat menentukan alamat IP untuk host PC0 dengan melihat alamat IP yang mendekati alamat router0 dan switch0 pada alamat yang telah disediakan di tabel 3.1. Sehingga dapat ditentukan jika alamat IP yang dipakai adalah 10.0.1.21.
LANGKAH KEDUA
Untuk menentukan Subnet mask pada PC0 dapat dilihat dari CIDR yang digunakan pada IP router0 dan IP switch0 yaitu /24. Sehingga dapat dilihat jika alamat IP  ini menggunakan IP yang terdiri dari 24bit. Sehingga dapat dilihat pada tabel CIDR, jika default subnet mask untuk /24 adalah 255.255.255.0.
LANGKAH KETIGA
Masukkan alamat IP dan alamat subnet mask yang telah ditentukan. 
Dengan cara klik PC0 – Menu tab Config – INTERFACE FastEthernet. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 3.2 Pemberian alamat IP dan subnet mask
LANGKAH KEEMPAT
Masukkan alamat gateway pada PC0 yang sesuai dengan alamat Router0, yaitu 10.0.1.254,  karena alamat pada router juga merupakan alamat default gateway pada host.
Gambar 3.3 Pemberian alamat gateway
 
4.           Hasil Praktikum
Setelah alamat IP, subnet mask, dan gateway telah ditentukan kemudian periksa hasil dari pengkonfigurasian yang telah dilakukan, dengan cara meng-klik tombol button Check Result pada PT Activity, maka akan didapat laporan hasil seperti berikut :
Gambar 4.1 Laporan hasil praktikum


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oleh :
Nama                        : Deviana Astika Sari 
Jurusan                     : Teknologi Informasi
Kelas                         : 2A
Perguruan Tinggi      : Politeknik Negeri Samarinda
Dosen Pembimbing  : Bapak Andrijasa